Lebih praktis dengan Microsoft ESD

Kehilangan barang udah menjadi kegiatan rutin tiap hari. Entah emang hilang beneran atau lupa. Sering banget beli sesuatu terus lupa menaruhnya dimana. Pas sedang dibutuhkan, pasti selalu hilang entah kemana. Hal ini tidak terjadi bukan sekali tapi beberapa kali. Udah dua kali beli produk fisik Microsoft Office 2016, selalu lupa taruh dimana.

Akhirnya harus beli lagi. Tapi sekarang ada sistem ESD yang ngebantu kaum pelupa kayak saya ini. Tidak dapat produk fisiknya yang berupa kotak dan berisikan product key, dengan Microsoft ESD kamu cuman mendapat product key-nya yang masuk ke email. Jadi sewaktu-waktu dibutuhkan, ga bingung lagi deh mencarinya dimana. Microsoft ESD Indonesia adalah sebuah terobosan yang dilakukan Microsoft dalam memberikan kenyamanan kepada para penggunanya. Jadi sangat praktis dengan Microsoft ESD tinggal pilih produk, lakukan pengisian data. Pastikan lengkap dan valid ya karena data ini akan digunakan dalam pengiriman product key. Jangan lupa bayar ya lalu tanpa menunggu berlama – lama product key langsung terkirim ke email kamu.

Hal ini pasti teman-teman juga pernah merasakan atau masih merasakan sampai sekarang. Saya sempat searching-searching mengapa hal ini sering terjadi kepada saya via google. Ada yang bilang karena kurang fokus ada yang bilang juga kurang asupan vitamin sehingga menyebabkan kurang fokus dan masih banyak lagi faktor – faktor lainnya. Tapi dalam kesempatan kali ini saya mau sharing ada artikel yang menurut saya bagus dan layak untuk dibagikan. Dalam salah satu artikel pada situs menjelaskan mengapa manusia mudah lupa. Dengan sejumlah besar ingatan yang telah terbentuk selama teman – teman hidup membuat otak penuh.

Mulai dari hal yang sepele sampai dengan kenangan yang mendalam masuk semua dalam otak kita. Dalam sebuah penelitian bahwa setidaknya terkuak dua sistem ingatan utama dalam pikiran manusia, yaitu ingatan jangka panjang dan ingatan jangka pendek. Penelitian ini dilakukan oleh para psikologi kognitif beberapa decade belakangan ini. Kedua sistem ini juga dipercaya memiliki tingkat yang berbeda salah satunya adalah waktu dalam mengingat informasi. Detail informasi juga menjadi perbedaan yang sangat mencolok dari kedua sistem ini. Artinya, meskipun teman – teman anda bisa menyimpan banyak hal dalam ingatan, detail ingatan tersebut tidak selalu jernih dan justru sering kali cukup terbatas. Kamu pasti pernah mendengar kalimat, namanya juga manusia wajar saja kalau lupa sesuatu. Sebenarnya manusia mudah lupa karena memang kemampuannya terbatas atau karena malas mengingat saja. Berikut saya bagikan mengapa kita sering lupa.

Pertama, tidak menggunakan ingatan jangka panjang. Cenderung menggunakan ingatan jangka pendek. Salah satu penyebab sering lupa yaitu karena informasi tersebut tidak disimpan sebagai ingatan jangka panjang. Sehingga ingatan kamu hanya sekilas dan tidak mendetail. Kedua, informasi baru menggantikan informasi yang lama. Decay Theory menjelaskan alur ingatan setiap kali sebuah memori baru yang terbentuk. Seiring perjalanan waktu, bertemu teman lalu ganti topik bahasan kemudian berpindah tempat membuat ingatan kita akan sesuatu akan hilang dengan sendirinya. Ingatan ini akan hilang secara cepat ketika kita tidak mengingat akan ingatan tersebut atau sekedar melihat foto yang mengingatkan ingatan tersebut. Alur ingatan ini mungkin tidak langsung menghilang tapi makin lama makin memudar dan akhirnya hilang. Alur ingatan baru akan sangat segar sehingga menggantikan alur ingatan lama. Cenderung secara otomatis akan terjadi pemilahan informasi jika ingatan tersebut sudah tidak diperlukan lagi. Ketiga, Teori lain yang berhubungan dengan ingatan yakni interference theory. Teori ini menjelaskan bahwa beberapa ingatan seolah bersaing satu sama lain. Hal ini biasanya terjadi ketika Anda menerima informasi yang sangat mirip dengan informasi lain yang telah lebih dulu disimpan dalam ingatan. Kemudian informasi yang mirip ini akan saling “mempertahankan dirinya” masing-masing, siapa yang akan disimpan dalam ingatan jangka panjang, mana yang disimpan dalam jangka pendek, dan mana yang akan langsung dibuang.

Sebenarnya, lupa bisa dikatakan sebagai kondisi alamiah yang terjadi pada diri manusia. Namun, karena kemampuan otak manusia terbatas bukan berarti Anda jadi pasrah begitu saja. Sesekali cobalah untuk melatih kemampuan otak Anda dalam mengingat sesuatu. Menurut dr. Adam Gazzaley, Ph.D., seorang direktur sekaligus pendiri Neuroscience Imaging Center di University of California, San Francisco, otak dapat bekerja lebih baik ketika mendapat “tantangan”.

 

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *